Hi There, I am



Saidi Alhady
(Professional Photographer & Videographer)

Capture Your Moment with us with no rule, just happy..


About Me

Seorang Youtuber yang menyukai videografi dan fotografi. Ayah 2 Anak, juga seorang PNS

Social media

Hobby Baru, Radio Control !!

Siapa bilang mobil radio control ini untuk anak-anak? Justru ini gak boleh dimainin anak-anak. Bahaya!! Powernya luar biasa. 

Ini adalah adventure a.k.a jeep. Kebetulan aku memilih mobil Jeep Wrangler G6 Rubicon dari perusahaan axial. Mobil ini aku rakit sendiri dan hasilnya... ini...


Mobil ini full waterproof siap nyelam dan ngelewati lumpur. Aku sering main di beberapa tempat. Gambar di atas lagi main di tempat pengambilan pasir Pegayo, Subulussalam. Kalo ada orang subulussalam main ginian juga, ayoo kita join. Atau kalo belum ada, ayooo main!! Sensasinya gak kalah sama off road beneran.hehe..

Keep Safety Riding Bro! (khusus pengguna sepeda motor)

Assalamu'alaikum. Apa kabar sobat blogger dan pembaca yang budiman? Sehat kan? InsyaaLlah kita selalu dalam kesehatan dan menjadi orang-orang yang memanfaatkan kesehatan dengan sebaik-baiknya. Kali ini, saya mau berbagi cerita tentang safety riding. Wuihhh,, agak keren postingan kali ini ya. :D Dan tentunya mudah-mudahan bermanfaat untuk yang membaca.

Zaman sekarang ini, banyak sekali kendaraan bermotor yang beredar di jalanan. Produsen motor berlomba-lomba mengeluarkan varian terbaik dan termurahnya agar konsumen bebas memilih sesuai kantong dan selera. Ditambah sistem kredit yang merupakan jalan keluar bagi para konsumen yang belum memiliki uang untuk membeli sepeda motor secara cash, semakin banyaklah orang yang dengan mudah bisa memperoleh sepeda motor. Keadaan inilah yang menyebabkan membludaknya pemakaian sepeda motor beberapa tahun terakhir ini.

Gunung Sinabung Sebelum Meletus!


Udah pada tau kan kalo gunung Sinabung di Sumatera Utara meletus untuk kedua kalinya? Ya, itu baru-baru aja terjadi sekitar beberapa pekan yang lalu. Dan hebatnya, kira-kira beberapa pekan sebelumnya, saya, Rio dan Faisal baru aja mengibarkan bendera merah putih di puncak gunung Sinabung. Wouw!


Emang sih sebelum naik, status gunung sinabung masih waspada alias gak boleh dinaikin. Tapi informasinya simpang siur. Jadilah kami nekat aja berangkat, dibekali pengalaman saya yang udah pernah naik sebelumnya.

Dua hari sebelumnya, kami mempersiapkan peralatan perang mulai dari sleeping bed, tas, senter, dll. Walaupun sesaat sebelum pergi Rio agak males-malesan, tapi akhirnya jadi juga akibat motivasi dari diri Rio sendiri. Ya, semangat kabul mendorong kami menuju puncak sinabung dengan mengendarai sepeda motor menuju kaki gunung sinabung, Lau Kawar.

Apa Hanya Sekedar Rutinitas?

Pagi ini seperti biasa saya menempuh perjalanan sekitar 26km menuju Binjai. Ya, saya penempatan magang Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai sejak seminggu yang lalu. Jauh juga..dan katanya kalo udah terbiasa bakal terasa dekat. Parahnya sampai saat ini, saya malah merasa jaraknya semakin hari semakin jauh. Ntahlah, ntah semakin jauh apa semakin malas.

Dalam perjalanan, tentu banyak sekali yang saya pikirkan. Tak hanya di jalan, di kantor pun banyak ide yang muncul. Tapi sayangnya semua susah untuk dieksekusi karena jadwal ngantor saya yang gak enak. Masuk jam setengah delapan, pulang jam lima. Sampai di rumah badan sudah tepar, dan kasur jawabnya. Yang tadinya pengen ngerjain ini itu, tapi jadi nanti dulu. Ya begitulah...dan hari Sabtu Minggu adalah hari pembalasan dendam untuk istirahat. Begitulah beberapa hari belakangan ini.

Foto Kotak Studio Photo Box

Sembari menunggu penempatan yang tak kunjung datang, alhamdulillah aku punya kesibukan. Ya, buka Studio Photo Box "Foto Kotak" di Jl. SM.Raja no.197b Medan samping Sekolah Eria. Kebetulan banget ini sekolah SD aku dulu. Jadi masih banyak kenal beberapa guru di sini.


Semuanya berawal dari pembuatan film BPK apa BPK. Film ini aku buat bareng Ira adek kelas pas SMP. Nah yang main film ini juga si Ira, Yoko (adik Ira) dan anak SD namanya Daffi. Daffi ini sepupunya si ira. Dan jadilah kami bikin film berdurasi 1 menit selama satu minggu. Mana filmnya? Belum di upload di Youtube,, covernya aja ya aku tunjukin..

Modus Penipuan Menyamar Sebagai Adistya Juliza


Sekarang cari duit makin susah. Berbagai cara dilakuin buat ngedapetin duit dalam waktu singkat dan mudah. Modus kali ini pernah terjadi pada diri saya sendiri. Oke, modus ini dilakukan melalui bbm. Awalnya tersangka yang mengaku bernama Adistya Juliza, melakukan pendekatan kepada saya. Sebagai orang yang aktif di media sosial, saya langsung searching nama Adistya Juliza di google. Namun hasil yang saya dapat hanya alamat twitternya yang tidak aktif juga. Selain itu, ada informasi kuliahnya juga. Dan, memang tidak ada yang mencurigakan sampai di sini.

Oke, setelah lama melakukan pendekatan lewat bbm, pelaku yang mengaku Adistya Juliza ini ngajak telponan. Oke saya ladeni saja. Dan, ditelpon ngomongnya kasar euy. Gak kayak wajahnya :p. Awak sebagai lelaki beriman langsung ilfeel. Tapi tetap saya ladeni juga. Dan yang bikin curiga adalah dia mulai minta transfer uang, kirim kue, bayarin ini itu. Alhamdulillah saya masih pengangguran yang sedang menunggu penempatan, banyak permintaannya yang saya tolak kecuali yang alasannya benar2 mendesak. Kalo kirim kue, berapalah harga kue. Kasikan ajaaa… tapi yang gak wajar, dia minta duit 500 ribu buat nebus bb-nya yang dipake buat bayar spp. Nah lo, dia ngakunya anak seoarang karyawan ternama di Lhokseumawe, tapi kok bayar spp kuliah susah? Mulai saya ragu. Dan akhirnya saya minta rekeningnya, tapi rekeningnya bukan atas nama Adistya Juliza melainkan Nurhaida rekening BRI dengan nomor 3954 01 007745 53 8.

Tips Agar Helm Kesayangan Anda Tidak Hilang

Baru-baru ini saya telah kehilangan helm fullface kesayangan saya. Sedih memang, tapi apalah daya. Kejahatan sangat susah diminimalisir, jadi kewaspadaanlah yang harus ditingkatkan. Kejadiannya biasa, helm hanya saya kaitkan di handle jok belakang motor, dan raib begitu saja ketika ditinggal nonton konser. Salah saya sih, karena gak dibawa tuh helm. Eh, gak bisa,,, tetap salah malingnya. Kan dia yang mencuri. Dan ini adalah pengalaman pertama saya kehilangan helm. Pertama kali punya helm agak mahalan dikit soalnya.hehehe

Dan setelah browsing sana-sini, ternyata ada cara ngunci helm. Simple banget, dan tidak kepikiran. Menyedihkan. Ini dia...


Yang paling aman sih emang dititipin ke penitipan helm. Walaupun bayar, yah daripada hilang? Atau kalo gak ada penitipan ditenteng kemana-mana.

Bank Mandiri, Bank Kita Semua

Apapun keinginan anda, Bank Mandiri saja!

Sebuah tagline yang jujur dan bisa menjawab dengan cepat dan tepat segala kebutuhan kita. Ya, Bank Mandiri mampu memanjakan seluruh nasabah dengan berbagai program istimewanya. Bersama program-program unggulannya, Bank Mandiri mampu menemani hari-hari kita dalam bertransaksi dimanapun dan kapanpun.

Lihat saja program Mandiri KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Kini memiliki rumah bukan hal yang sulit bagi kalangan manapun. Dengan suku bunga yang kompetitif, uang muka yang ringan, serta jangka waktu yang fleksibel, kredit rumah berjalan dengan mudah dan cepat. Apalagi mandiri telah bekerja sama dengan lebih dari 350 proyek developer di seluruh Indonesia.

Para pengusaha juga tidak perlu bingung mendapatkan modal yang cepat dan mudah. Mandiri mempersembahkan program Mandiri KTA (Kredit Tanpa Agunan).  Dengan program ini, para pengusaha diberikan peluang untuk memulai usaha baru ataupun mengembangkan usahanya.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah wirausaha per Januari 2012 mencapai 3,75 juta orang atau 1,56 persen dari total penduduk Indonesia. Sedangkan pada 2010 tercatat masih 0,24 persen. Namun angka ini masih kalah jauh dibanding negara Asia lain, seperti Cina dan Jepang, yang memiliki wirausaha lebih dari 10 persen jumlah populasi. Di regional Asia Tenggara, Indonesia masih kalah dibanding Malaysia (5 persen) atau Singapura (7 persen).  "Penyakit utama kita itu adalah minimnya entrepreneur (pelaku usaha mikro, kecil, menengah). Kalau banyak, sebenarnya kita bisa tenang dalam menghadapi krisis ekonomi di dunia," kata Deputi Bidang IV Koordinasi Industri dan Perdagangan Kementerian Perekonomian Eddy Putra Irawadi. Untuk itulah Mandiri KTA hadir membuka jalan bagi wirausaha di Indonesia untuk terus bertambah dan berkembang sampai akhirnya kita tidak perlu khawatir menghadapi krisis ekonomi dunia.

Jasa Design Logo Murah

Udah lama banget gak ngepost. Apa kabar followerku??? *dilemparmasa*

Langsung aja gan, kami menyediakan jasa logo murah

Paket A Rp 100.000
-Logo 1 Pilihan
-Revisi 1 kali


Paket B Rp 250.000
-Logo 2 Pilihan
-Revisi 2 kali (Logo yang dipilih)

Paket C Rp 500.000
-Logo 3 pilihan
-Design Stasionary
-Revisi 3 kali (logo yang dipilih)

Paket D Rp 1.000.000
-Logo 3 Pilihan
-Design Stasionary
-Revisi 3 kali (logo yang dipilih)
-Design Marketing


kontak
081376189323 (sms, whats app, Line)
pin bb 763914B9
@saidialhady

Cerita-cerita Pasca Wisuda

Keputusan balik ke medan pasca wisuda ini memang bukan keputusan yang mudah. Sebenarnya aku di sini bisa aja magang di KAP, terus dapet gaji cukup buat kontrakan plus makan. Tapi... ya tapi aku gak mau. Aku males kerja yang berkaitan dengan kuliah. Rasanya jenuh aja udah tiga tahun belajar terus *eaaa*, sekarang dikasi waktu luang malah belajar lagi. *emang dasar males*

Akhirnya aku milih magang jadi fotografer di Media Satu yang membawahi beberapa majalah kayak Juice dan Area. Awalnya aku buat CV dan Portofolio terus ngimelin ke seluruh lowongan fotografer. Mungkin ada 10an email yang aku masukin. Gak satupun yang ngerespon. Eh, alhamdulillah gak lama yang Media Satu ngerespon. Lokasinya gak terlalu jauh. Jadi deh magang di situ.

Udah seminggu ini ngerasa betah banget. Abisnya aku banyak dapet pengalaman dan ilmu fotografi. Alat-alatnya ganas-ganas. Dan pastinya orang-orangnya baik-baik semua. Tapi,, ada aja kendalanya. Akses ke sana ternyata lumayan susah kalo gak naik motor. Harus dua kali nyambung angkot. Gak apa sih kalo gajinya cukup buat angkot dan makan sehari, tapi masalahnya gak cukup. Motor juga pinjem sana pinjem sini. Huft bangetlah.

Guru, Ujung Tombak Negeriku

ilustrasi

Menjadi guru di Indonesia, apalagi di sekolah negeri, bukan pilihan yang tepat bagi sebagian orang yang memiliki motivasi selain kepedulian terhadap pendidikan bangsa. Ini pernah saya rasakan di Sekolah Menengah Pertama sekitar tahun 2004. Ada seorang  guru sebut saja Bapak YM, menguras uang jajan muridnya dengan alasan fotokopi soal ujian. Saat itu harga fotokopian perlembarnya adalah Rp75, tetapi Bapak YM malah mengutip Rp200 per lembarnya. Rata-rata jumlah murid satu kelas adalah 40 orang, dan Bapak YM mengajar empat kelas. Mari kita hitung. Dari satu murid, Bapak YM mendapat untung bersih Rp125. Kemudian kita kalikan 40 menjadi Rp5000. Bapak Yono mengajar empat kelas sehingga mendapat untung Rp20.000. Sebenarnya lebih dari itu. Mengapa? Karena Bapak YM hanya memfotokopi 40 lembar soal ujian saja. Dengan alasan soal ujian tidak menyebar ke kelas lain, Bapak YM mengambil kembali soal yang telah kami bayar sebelum ujian dimulai.

Yudisium I Closing Entries | Wisuda


Gak terasa? Gak juga. Meminjam kalimat temen, kalo pulang dari kampus ini, rasanya kayak pulang dari kamp militer. Bedanya kalo militer lebih ke fisik, ini lebih ke otak. Otak diperes, disuruh mikir. Gak heran kalo tiap ujian poliklinik pada penuh akibat badannya gak sanggup mengimbangi kerja otak.


Alhamdulillah semua udah terlewati. Kalender akademik yang dulu sempat dibagiin pun kini udah terlewati. Mulai dari kuliah semester satu dan dua yang lumayan ringan, semester tiga dan semester empat yang buat was-was dan semester lima dan enam yang jadi ajang perbaikan nilai. Ditambah penyusunan laporan yang buat hampir putus asa. Fiyuuhhh,, semua udah terlewati. Semua udah saya lalui. Memang kalo sesuatu yang kita anggap berat, jangan dipikirin tapi dijalanin.

Aku Cinta Rohis

Pola rekrutmen teroris mudah versi Metro TV
Baru-baru ini kembali terjadi aksi teror di Indonesia tepatnya di Solo. Hal yang sangat disayangkan berbagai pihak ini kontan mengundang berbagai macam reaksi dari berbagai kalangan. Parahnya media secara blak-blakan menyebutkan asal muasal muculnya generasi teroris baru. Ya, Metro TV lagi-lagi berulah dengan opini tanpa tabayun.


Jujur, saya masuk rohis selama tiga tahun di SMA Negeri 1 Medan. Bahkan saya sempat menjadi amir di rohis SMA saya. Sebenarnya saya juga tidak terlalu kaget dengan mencuatnya opini asal-asalan karya Metro Tv ini. Karena saya benar-benar paham tentang apa yang tidak dipahami oleh orang-orang yang tidak mengenal rohis secara kaffah.

Hura-hura Safari Squad


Kejadiannya gak berapa lama. Baru-baru aja sih. Tapi lupa tepatnya tanggal berapa. Ya, kita satu kontrakan jalan untuk sekedar refreshing dan makan malam. Malam ini kita absen tarawih di masjid. Taraweh di rumah aja. Selepas sholat isya kita berangkat. Ada aku, Ma nangin, Aqib dan Reinhard. Ya, sekali-kali mereka dimasukin ke dalam blog aku. Ini juga sebenarnya karena mau naro foto-fotonya aja.

Tujuan kita ke lottemart. Ya Mall baru di sekitaran kampus. Kebetulan aku juga belum pernah masuk ke sini. Dan sampailah kami di Mall yang keliatan sepi banget. Gak ada kerjaan, kita main ke timezone. Bukan timezone sih, tapi sejenis itulah namanya aku lupa. Main basket, trus main ayo dance kesenengan si reinhard. Saking semangatnya dia main ayo dance sampe keteknya basah dan sangat menjijikkan.

Oke kita makan di Solaria. Sambil nunggu makanan datang kita foto-foto. Narsis-narsis dah, yang penting senang.

Cerita Hunting Model

Males banget bilang," yeeee.. wuhuuu,.. udah lama banget gak posting..." Pokoknya udah pada nyadar kalo udah hampir tiga bulan gak ada postingan baru. Semenjak PKL kemarin, ntah kenapa semangat buka blog sendiri kurang banget. Soalnya abis PKL disibukkan lagi dengan buat laporan, ketemu dosen sampe sekarang. Ditambah peraturan-peraturan kampus yang berubah-ubah bikin jadwal pulang tertunda-tunda. Tapi gak apalah, kita nikmati saja.

Di postingan sebelumnya aku udah ceritain tentang si Ara kan? ya sekarang si Ara udah nambah asesoris dari yang dulu masih Body Only. Sekarang udah ada Baterry Grip plus Lensa Fix 50mm 1.8. Asiikk, kebeli juga akhirnya dari uang hasil sana-sini. Uang tabungan, uang usaha maupun sokongan dari saudara-saudara saya.

Senjata Baru? Alhamdulillah..

Hehehe,, naik tingkat deh. Dari prosumer, sekarang ke kelas DSLR. Canon 550d udah kebeli. Walaupun mesti ngejual kamera yang lama plus android, trus dapet sokongan dana dari bang Didi dan bang Ed. Itupun beli yang second, no box, tapi muluuusss.

Memang kalo udah pengen itu, usahanya keras banget. Apa aja dilakuin. Dan akhirnya alhamdulillah tercapai. Tapi ini masih body only. Lensanya belum,,, mudah2an uang saku segera keluar biar bisa beli lensa dengan segera.hehe. Memory pun juga belum. Tapi kalo memory gak mesti nunggu rapelan. Yang pasti udah bisalah hunting lagi. :)

Hmm.. kalo kamera yang lama dikasi nama mosi-mosi, sekarang dikasi nama apa ya..?? mungkin namanya Ara,,,, ada kepanjangannya... Anak Rantau..hehehe..

Oke Ara, mari kita abadikan dunia! :D

Pengalaman Pertama Ngantor di Jakarta


Asik dah judulnya. Berasa jadi eksekutif muda. Celana bahan, berkemeja, berdasi, rambut di minyakin. Bentar,  itu eksekutif muda apa salesman? Sama ajalah. Sebelum jadi eksekutif muda pasti juga ngelewatin masa-masa sulit. Bersama kesulitan pasti ada kemudahan.


Hari ini hari pertama aku PKL. Praktek Kerja Lapangan. Karena aku PKL di Kantor Pelayanan Pajak tepatnya di Gedung Patra Jasa Gatot Subroto Jakarta, aku dengan semangatnya membeli buku perpajakannya pak Mardiasmo edisi revisi 2011. Ya, minimal otak gak kosong-kosong banget setelah kurang lebih setahun gak belajar perpajakan lagi. Tapi semua itu hanya....

Pelengkap saja. Ya, karena gak ada gunanya untuk PKL aku hari pertama. Karena pekerjaan inipun bisa diselesaikan anak lulusan SD sekalipun. Enak kan? Ya enak, tapi kerja kuli banget lah.

Dapet Kue Itu Sesuatuuu...

Udah berapa lama ya gak dapet kue ultah? Dah lama bangetlah. Eh, kali ini alhamdulillah dapet dari teman kelas. Pertama dari Mumu. Ya, mumu emang selalu ngasih kue asal ada temen yang ulang tahun. Baik banget. Kapanlah si mumu ultah, pasti semua yang pernah dikasinya kue ngasi kue lagi. *Mudah2an pas gak lagi ketemu biar ada alasan gak ngasi kue*.hehehe

Nah, gak sampe di situ, ternyata ada kue lagi. Gak tau dari siapa, mungkin dari Cenit, mungkin dari Rama, mungkin dari Deta. Atau mungkin dari Agung. Atau mungkin dari uang kas. Yang pasti dari cemen cemen yang cayang ama aquuh.

Selamat Ultah Untuk Saidi Alhady :)

Selamat ultah Saidi. Semoga saya seniantiasa dalam berkah dan lindungan Allah swt. Harapan saya di umur 21 ini -->
- Nulis satu buku (mungkin lanjutan kabul ngibul)
- Buat short film dengan view di youtube sampai jutaan
- Bisnis nambah dan lancaarr
- Langsung penempatan Instansi (mudah2an langsung penempatan daerah)
- Kamera canon 550d terbeli gak lama setelah postingan ini terbit
- Jaringan dan relasi semakin kuat dan luas
- Prestasi Ngeblog (nulis) kembali berdatangan
- Menang lomba fotografi
- Macbook mendarat di tangan
- Buku bacaan bertambah terus dan bisa buat perpustakaan mini
- Hapal juz 29 dan 30
- dan semua sayang saya, karena saya sayang semua :bighug :*

Ya, itu beberapa harapan-harapan kecil saya. Intinya, semoga di umur 21 ini, saya tetap dalam lingkungan ukhuwah yang indah, tetap dalam hati yang tentram, serta tetap dalam sanubari yang nyaman. Makasih buat mama, papa, bang didi, kak era, bang ed yang katanya mau ngirim dana segar. Semoga kalian sehat-sehat selalu dan kita Ramadhan nanti bisa kumpul di Medan untuk sekedar bercerita dan foto bersama. Saya rindu kalian semua. Saya rindu.

Kali Pertama Saya Ke TMII

Berawal dari ajakan Ayu yang belum pernah ke TMII, terjadilah semua ini. (Ntah kenapa saya merasa sering memulai tulisan di blog dengan kalimat yang romantis seperti ini). Pas kita doa bersama sebelum UAS kita udah ngerencanain jalan-jalan. Dan jalan-jalan kali ini memang khusus dipersembahkan untuk menemani Ayu yang belum pernah ke TMII. Tapi padahal gak cuma Ayu yang belum pernah. Saya yakin di antara sembilan orang yang ikut itu hampir setengahnya juga belum pernah ke TMII. Ngaku klen woy!

Sebelumnya yang konfirm lumayan banyak. Mungkin ada 20an anak. Tapi karena emang lagi suasana ketemu ama dosbing, nyusun outline, dan lain-lain jadi berkurang drastis saat hari H. Ya kami pun berangkat ber-delapan. Ada Saidi, Ayu, Cenit, Buya, Yoga, Dwi, Titis, Hanip. Ada juga Rama, tapi dia langsung ke TMII. Nah, perjalanan mengambil kitab suci pun dimulai. Agak-agak nguras tenaga perjalanan ini. Terasa sangat menyakitkan. Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan.

Pertama kita naik 05 ke rel kereta, terus lanjut naik metro mini ke blok M, terus naik busway ke semanggi, terus nyebrang lewat jembatan penyebrangan terpanjang yang pernah saya jalani, lanjut ke shelter TMII. Dari situ naik angkot sekali lagi. Sampailah kita ke TMII. Kalo ditulis emang cepet, tapi kalo dijalani subhanallah.