Hi There, I am



Saidi Alhady
(Professional Photographer & Videographer)

Capture Your Moment with us with no rule, just happy..


About Me

Seorang Youtuber yang menyukai videografi dan fotografi. Ayah 2 Anak, juga seorang PNS

Social media

Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan

Gunung Sinabung Sebelum Meletus!


Udah pada tau kan kalo gunung Sinabung di Sumatera Utara meletus untuk kedua kalinya? Ya, itu baru-baru aja terjadi sekitar beberapa pekan yang lalu. Dan hebatnya, kira-kira beberapa pekan sebelumnya, saya, Rio dan Faisal baru aja mengibarkan bendera merah putih di puncak gunung Sinabung. Wouw!


Emang sih sebelum naik, status gunung sinabung masih waspada alias gak boleh dinaikin. Tapi informasinya simpang siur. Jadilah kami nekat aja berangkat, dibekali pengalaman saya yang udah pernah naik sebelumnya.

Dua hari sebelumnya, kami mempersiapkan peralatan perang mulai dari sleeping bed, tas, senter, dll. Walaupun sesaat sebelum pergi Rio agak males-malesan, tapi akhirnya jadi juga akibat motivasi dari diri Rio sendiri. Ya, semangat kabul mendorong kami menuju puncak sinabung dengan mengendarai sepeda motor menuju kaki gunung sinabung, Lau Kawar.

Foto Kotak Studio Photo Box

Sembari menunggu penempatan yang tak kunjung datang, alhamdulillah aku punya kesibukan. Ya, buka Studio Photo Box "Foto Kotak" di Jl. SM.Raja no.197b Medan samping Sekolah Eria. Kebetulan banget ini sekolah SD aku dulu. Jadi masih banyak kenal beberapa guru di sini.


Semuanya berawal dari pembuatan film BPK apa BPK. Film ini aku buat bareng Ira adek kelas pas SMP. Nah yang main film ini juga si Ira, Yoko (adik Ira) dan anak SD namanya Daffi. Daffi ini sepupunya si ira. Dan jadilah kami bikin film berdurasi 1 menit selama satu minggu. Mana filmnya? Belum di upload di Youtube,, covernya aja ya aku tunjukin..

Yudisium I Closing Entries | Wisuda


Gak terasa? Gak juga. Meminjam kalimat temen, kalo pulang dari kampus ini, rasanya kayak pulang dari kamp militer. Bedanya kalo militer lebih ke fisik, ini lebih ke otak. Otak diperes, disuruh mikir. Gak heran kalo tiap ujian poliklinik pada penuh akibat badannya gak sanggup mengimbangi kerja otak.


Alhamdulillah semua udah terlewati. Kalender akademik yang dulu sempat dibagiin pun kini udah terlewati. Mulai dari kuliah semester satu dan dua yang lumayan ringan, semester tiga dan semester empat yang buat was-was dan semester lima dan enam yang jadi ajang perbaikan nilai. Ditambah penyusunan laporan yang buat hampir putus asa. Fiyuuhhh,, semua udah terlewati. Semua udah saya lalui. Memang kalo sesuatu yang kita anggap berat, jangan dipikirin tapi dijalanin.

Hura-hura Safari Squad


Kejadiannya gak berapa lama. Baru-baru aja sih. Tapi lupa tepatnya tanggal berapa. Ya, kita satu kontrakan jalan untuk sekedar refreshing dan makan malam. Malam ini kita absen tarawih di masjid. Taraweh di rumah aja. Selepas sholat isya kita berangkat. Ada aku, Ma nangin, Aqib dan Reinhard. Ya, sekali-kali mereka dimasukin ke dalam blog aku. Ini juga sebenarnya karena mau naro foto-fotonya aja.

Tujuan kita ke lottemart. Ya Mall baru di sekitaran kampus. Kebetulan aku juga belum pernah masuk ke sini. Dan sampailah kami di Mall yang keliatan sepi banget. Gak ada kerjaan, kita main ke timezone. Bukan timezone sih, tapi sejenis itulah namanya aku lupa. Main basket, trus main ayo dance kesenengan si reinhard. Saking semangatnya dia main ayo dance sampe keteknya basah dan sangat menjijikkan.

Oke kita makan di Solaria. Sambil nunggu makanan datang kita foto-foto. Narsis-narsis dah, yang penting senang.

Cerita Hunting Model

Males banget bilang," yeeee.. wuhuuu,.. udah lama banget gak posting..." Pokoknya udah pada nyadar kalo udah hampir tiga bulan gak ada postingan baru. Semenjak PKL kemarin, ntah kenapa semangat buka blog sendiri kurang banget. Soalnya abis PKL disibukkan lagi dengan buat laporan, ketemu dosen sampe sekarang. Ditambah peraturan-peraturan kampus yang berubah-ubah bikin jadwal pulang tertunda-tunda. Tapi gak apalah, kita nikmati saja.

Di postingan sebelumnya aku udah ceritain tentang si Ara kan? ya sekarang si Ara udah nambah asesoris dari yang dulu masih Body Only. Sekarang udah ada Baterry Grip plus Lensa Fix 50mm 1.8. Asiikk, kebeli juga akhirnya dari uang hasil sana-sini. Uang tabungan, uang usaha maupun sokongan dari saudara-saudara saya.

Senjata Baru? Alhamdulillah..

Hehehe,, naik tingkat deh. Dari prosumer, sekarang ke kelas DSLR. Canon 550d udah kebeli. Walaupun mesti ngejual kamera yang lama plus android, trus dapet sokongan dana dari bang Didi dan bang Ed. Itupun beli yang second, no box, tapi muluuusss.

Memang kalo udah pengen itu, usahanya keras banget. Apa aja dilakuin. Dan akhirnya alhamdulillah tercapai. Tapi ini masih body only. Lensanya belum,,, mudah2an uang saku segera keluar biar bisa beli lensa dengan segera.hehe. Memory pun juga belum. Tapi kalo memory gak mesti nunggu rapelan. Yang pasti udah bisalah hunting lagi. :)

Hmm.. kalo kamera yang lama dikasi nama mosi-mosi, sekarang dikasi nama apa ya..?? mungkin namanya Ara,,,, ada kepanjangannya... Anak Rantau..hehehe..

Oke Ara, mari kita abadikan dunia! :D

Kali Pertama Saya Ke TMII

Berawal dari ajakan Ayu yang belum pernah ke TMII, terjadilah semua ini. (Ntah kenapa saya merasa sering memulai tulisan di blog dengan kalimat yang romantis seperti ini). Pas kita doa bersama sebelum UAS kita udah ngerencanain jalan-jalan. Dan jalan-jalan kali ini memang khusus dipersembahkan untuk menemani Ayu yang belum pernah ke TMII. Tapi padahal gak cuma Ayu yang belum pernah. Saya yakin di antara sembilan orang yang ikut itu hampir setengahnya juga belum pernah ke TMII. Ngaku klen woy!

Sebelumnya yang konfirm lumayan banyak. Mungkin ada 20an anak. Tapi karena emang lagi suasana ketemu ama dosbing, nyusun outline, dan lain-lain jadi berkurang drastis saat hari H. Ya kami pun berangkat ber-delapan. Ada Saidi, Ayu, Cenit, Buya, Yoga, Dwi, Titis, Hanip. Ada juga Rama, tapi dia langsung ke TMII. Nah, perjalanan mengambil kitab suci pun dimulai. Agak-agak nguras tenaga perjalanan ini. Terasa sangat menyakitkan. Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan.

Pertama kita naik 05 ke rel kereta, terus lanjut naik metro mini ke blok M, terus naik busway ke semanggi, terus nyebrang lewat jembatan penyebrangan terpanjang yang pernah saya jalani, lanjut ke shelter TMII. Dari situ naik angkot sekali lagi. Sampailah kita ke TMII. Kalo ditulis emang cepet, tapi kalo dijalani subhanallah.

3W Goes to Ujung Genteng!

Tepat tanggal 12 April kemarin, saya liburan ke Ujung Genteng, Sukabumi. Setelah penat dengan beban ujian selama empat hari, kami sekelas sepakat jalan-jalan untuk sekedar refreshing. Sebenarnya memang sudah dipersiapkan juah-jauh hari. Mulai dari transport, penginapan, acara, dan sebagainya guna memperlancar kegiatan kami ini. Yah, memang harus begitu supaya nanti gak ada gangguan yang berarti.

Jam 20.00 kami semua ngumpul di bunderan STAN. Kali ini ada tiga kelas yang berangkat ke Ujung Genteng. Gak tau kenapa bisa barengan gitu, tapi memang di kampus saya, kalo ada libur minimal tiga hari, langsung berangkat liburan atau dikenal dengan istilah makrab (red:malam keakraban). Jadi ini memang momen yang pas banget.

Kumpul jam 20.00 berangkat jam 21.30 dari kampus. Semua barang-barang sudah diangkut ke atas bis. Kamera? Siap! Gitar? Ready! Ya, ini barang-barang yang saya pilih untuk menemani selama perjalanan nanti. Kalo gak ada gitar bisa hampa. Kalo gak ada kamera bisa gila. :D

Jogja Kota Berhati Nyaman

Seperti kata temen saya, kalo gak ke Jogja, berarti belum tinggal di Indonesia. Ya beda-beda tipis dengan ke Bali. Jogja itu salah satu kota yang harus dikunjungi sebelum kita mati. Kenapa gitu? Ya gak tau juga kenapa, tapi yang jelas Jogja memang kota yang berhati nyaman.

Saya ke jogja sekitar satu bulan lalu. Setelah ujian semesteran, saya dan Berry (bukan barry likumahuwa) berangkat ke jogja dari stasiun pasar senen. Berharap dapet kereta ekonomi, eh ternyata dapetnya kereta bisnis. Gak apalah mengeluarkan kocek 135rb (kalo gak salah inget) sekali-kali.

Kami berangkat ba'da isya, dan sampai di jogja ba'da shubuh. Dari stasiun jogja, kami berdua naik becak menuju kos2an Berry, mesra sekali.

Jakarta? Tak Sehebat Namanya

Jakarta. Ya, ketika kita mendengar nama Jakarta, sejenak yang terlintas di benak kita adalah bangunan-bangunan yang menjulang tinggi, kota yang paling maju di Indonesia, tempat perantauan yang menjanjikan, serta lahan rezeki yang terbentang. Dulu sayapun berpikir demikian. Karena ketika masih duduk di bangku sekolah dasar di Sumatera, saya diajak oleh orang tua jalan-jalan ke ibukota Indonesia ini. Saya diajak menginap di hotel mewah, jalan-jalan ke dufan, dan merasakan kenikmatan-kenikmata layaknya liburan di luar negeri. Dan sepulang dari Jakarta, sayapun bercerita ke seluruh teman-teman akan hebatnya Jakarta. Ya saya bangga pernah ke Jakarta. Tapi itu dulu...

Sekarang? Tunggu dulu. Saya tidak mengatakan bahwa dulu tidak seperti sekarang, tidak. Tapi dulu saya hanya merekam sesuatu yang hebat dari Jakarta. Sesuatu yang tidak ada di Kota darimana saya berasal. Dan alhamdulillah setelah beberapa tahun mengenyam bangku kuliah di sini, sedikit pikiran saya terbuka tentang Jakarta dan segala antek-anteknya.

Tidak banyak bercerita, mungkin foto ini mampu menjelaskan kepiluan hati saya melihat gedung-gedung tinggi yang menjulang dan para pejabat yang kian rakus mengais uang.


Saya mengambil foto ini di daerah Kota Tua Jakarta. Seorang bayi yang tidak tahu apa-apa, yang menyangka itu adalah kamar yang nyaman, yang menyangka itu adalah kasur yang empuk, tertidur dengan pulasnya. Tapi lihat disebelahnya, ada sebuah kotak kecil tempat orang lalu-lalang menaruh uang.

Kabul Ngumpul ya Ngibul!

Kemarin kabul ngumpul. Yoyo dan Roron datang ke kontrakanku di Jakarta. Mereka naik kereta api, turun di Gambir dan lanjut busway, metro mini, terakhir angkot. Dan sampailah mereka di gang sebelah kontrakan. Hebat juga mereka,, padahal cuma berbekal posisi map yang ku kasih ke Roron melalui whats app. Ini nih salah satu pemanfaatan teknologi yang baik.hehehe

Setelah kangen-kangenan *kangenannya cuma cerita2 aja kok sambil mereka istirahat, malamnya aku ajak mereka makan bebek cabe ijo di sebelah rumah. Terus istirahat lagi dan merencanakan perjalanan besok. Alhamdulillah besok aku cuma satu kuliah paginya. Jadi ada waktu jalan-jalan sama kabul. Ok tempat yang kami tuju adalah Kota Tua berhubung cuma ke sana yang mereka belum pernah plus aku tau jalannya. Yap, besoknya kami pun berangkat naik busway menuju Kota Tua. Sampe sana langsung foto-foto, masuk museum dan naik sepeda keliling-keliling gak jelas.haha. Ini nih foto2nya..hhe

Yoyo si banyak keiginan

Kota Tua, Favorite Place for Photographer

Numpang Mejeng
Kalo diitung-itung udah berapa kali ya saya ke Kota Tua Jakarta? Mungkin ada lima kali. Dan selalu foto-foto di sana. Semacam gak ada tempat hunting foto yang lain aja. Tapi emang Kota Tua tempat favorit bagi para fotografer. Baik modeling, candid, landscape juga. Biasanya di dalam gedung-gedung tua itu emang disewain buat foto. Ada foto prewed, hunting model, dll. Nah kalo mau gratisan ya di luar gedungnya. Kalo mau tetep kesan vintage atau tua, biasa ngambil background dinding luar bangunan tua di sana.

Kalo saya malah sering candid alias foto diem-diem. Kalo hari Sabtu dan Minggu, Kota Tua rame banget. Di tengah-tengah lapangan itu dipenuhi orang-orang jualan. Tapi sebaliknya kalo kita ke sana hari kerja kayak hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat. Sepiiii banget. Dan enak buat yang pengen bener-bener nikmatin Kota Tua.

Satu tempat yang pengen aku masukin itu adalah Cafe Batavia. Suasana di dalem katanya asik. Dan sampai sekarang belum pernah masuk ke dalamnya. Mungkin perjalanan ke Kota Tua berikutnya bisa foto-foto di dalem Cafe Batavia itu. :)

Pada penasaran liat foto-foto candid saya di Kota Tua? :D



Liburan Singkat yang Seru dan Semangat!

Liburan kemarin bukan karena Natal atau tahun baru. Tapi karena keponakan saya si Ahmad ulang tahun yang ke-empat. Sebenarnya saya udah nyiapin hadiah buat dia, tapi sayang sekali malah tinggal di kontrakan. Berarti gak rezeki si Ahmad nerima pas dia ultah. Mungkin ntar saya paketin aja kali ya. :)


Dari dulu memang saya gak pernah pulang kalo cuma libur dua minggu. Minimal libur tiga minggu lah. Dan alhasil, tiketnya mahal bukan main. Naik hampir 3 kali lipat. Begitu juga untuk tiket balik lagi ke Jakarta. Tapi tetep, uang kan bisa dicari. Kebersamaan itu yang sulit didapat.


Di Medan saya jalan-jalan bareng keluarga menghabiskan liburan. Yah, tujuannya gak beda-beda amat sama yang biasanya. Rute danau toba, brastagi lah. Ini nih beberapa gambar selama jalan-jalan saya di Medan..




Itu semua foto danau toba. Yang pertama diambil di Parapat. Yang kedua diambil di Simalem resort. Jalannya beda jalur. Kira-kira dari sisi utara dan selatan. Perjalanan bisa memakan waktu sekitar 5-6 Jam menuju Simalem resort.

Tamu Baru di Akhir 2011

Alhamdulillah. Hari Ahad kemarin aku dipinjemin kamera analog Nikon FM2 sama Muti. Awalnya cuma cerita ke Muti kalo aku pengen beli kamera analog. Eh, gak taunya Muti punya dan mau minjemin. Alhamdulillah... :)

Kalo pake kamera analog yang masih make film dan bener-bener manual, insting sangat diuji. Dulu aku gak pernah yakin kalo foto itu bisa dihasilkan tanpa bantuan metering. Tapi ternyata Rule 16 menjawabnya Ada kondisi pencahayaan yang bisa kita tangkap untuk mengatur settingan di kamera. Untuk newbie seperti saya, kayaknya pake metering dulu ah. Mumpung kamera yang dipenjemin udah support metering.

Hmm.. Tampaknya aku bakal sering bawa ini kamera. Ntah kenapa rasanya aku suka ngeliat efek kamera film yang jadul. Ngeliat di albumnya Muti, wuihh,, keren-keren.. ini nih beberapa contohnya..

Gebrak "HOE" 2012!

Mungkin sebagian besar pengunjung blog ini kurang paham apa yang bakal aku tulis. Ya, ini memang masalah kepanitiaan yang ada di kampus saya. HOE. Kependekan dari Heritage Organda Expo. Sebuah kepanitiaan yang mengusung kelestarian budaya Indonesia. Ya, kalo boleh dibilang ini adalah acara yang paling ditunggu-tunggu. Bagaimana tidak, selain penampilan budaya yang keren-keren, juga ada wisata kuliner dari berbagai penjuru daerah. Kapan lagi bisa merasakan makanan-makanan khas Indonesia?

Nah, kebetulan untuk tahun ini tepatnya Januari 2011 lalu, saya menjadi kabid Transpubdok acara ini. Banyak sekali kenangan yang terjadi. Dan semua sudah pernah saya tuliskan di notes facebook saya. Tapi ada beberapa hal yang ingin saya sarankan kepada HOE tahun depan yang sudah berganti nama.

Saya pribadi sangat menyayangkan mengapa HOE berubah nama menjadi Festival Budaya Nusantara. Alasan yang saya dapat adalah karena ini acara budaya Indonesia, mengapa namanya harus berbahasa Inggris? Alasan yang masuk akal memang. Tapi ntah mengapa HOE itu sudah tertanam di hati saya pribadi. Kalo boleh berpendapat, untuk mengenalkan budaya kita kepada dunia bukankah harus dengan berbahasa Internasional? Ya, kata-kata heritage sepertinya sudah mewakili untuk itu. Lagian, Organda itu juga sebuah singkatan dari organisasi Daerah. Dan sejauh ini, saya juga tidak pernah mendengar ada mahasiswa yang protes terhadap nama HOE kecuali orang yang sekarang dengan sukses merubah nama tersebut.

Kebun Raya Bogor Segeerr!!


Alhamdulillah, kemarin baru aja dari Kebun Raya Bogor. Awalnya pengen berangkat hari Kamis kemarin. Tapi karena ada beberapa kegiatan yang harus diselesaikan, jadilah berangkat hari Jumat walaupun ada juga agenda kampus yang ditinggalkan.


Hmm.. malamnya aku update status untuk menanyakan kejelasan akan keberangkatan besok ke anak kontrakan. Soalnya lagi pada gk di rumah. Pada ngelayap ntah ke mana. Dan setelah pembahasan yang lebih pada pagi harinya, akhirnya kami berangkat bertiga saja. Aku, Aqib dan Ferry. Sebenarnya ada satu lagi namanya Reinhard, tapi tampaknya gak ada kehidupan di kamarnya. Pilihannya cuma dua,,. dia gak ada di dalam kamar, atau dia udah dingin.hehehe.

Karena berasumsi dia emang udah perga sejak pagi, mungkin ngajar kursus, dan memang kalo dia ada di kamar, biasa pagi-pagi udah konser tunggal sampe kami semua tebangun karena suaranya itu minta ditimpuk. Bagus enggak, jelek iya.hahaha maap Hard..

Hobi Fotografi itu (sedikit) Mahal

Ya,, begitulah resiko punya hoby fotografi.. Muahalll.. Yah begimana lagi. Namanya juga hoby, berapapun harganya masih aja diusahain. Terbukti dari kamera yang aku beli sekarang rasa-rasanya gak sanggup beli dengan uang jajan sendiri. Tapi adaaa aja usaha buat ngumpulin duit.

Dan sekarang? Pengen beli asesorisnya lagi. Kebetulan lagi tertarik dengan teknik strobist. Ya, itu teknik lighting dengan bantuan flash off shoe. Kan kalo kamera pada umumnya make flash itu yang on shoe atau langsung dari kamera kayak gini..


Car Free Day Jakarta

Kalo bicara car free day, aku pasti semangat banget. Soalnya suasananya itu cool dan menyenangkan. Ya, khususnya CFD di Jakarta. Udah jadi rute umum di Jl. Sudirman bagi para pesepeda dan pejalan kaki. Biasanya sih dari Bunderah HI sampe monas. Ada yang sama pasangannya, ada yang sama anaknya, ada yang sama temennya dan ada yang sendirian pula.

Udah lama juga aku gak ikut CFDan. Terakhir sebelum Ramadhan kemaren. Kebetulan ada kakak kelas yang punya hoby foto-foto juga. Jadilah kami berdua pagi-pagi ke sana. Jalan-jalan dari monas, terus fotoin orang-orang di jalan. Ya, kalo di Jakarta kerjaannya cuma foto orang. Palingan fotoin gedung.. Ini nih beberapa hasil foto aku pas CFDan kemarin..


Cihuyyy!! Koneksi Baru!!

Alhamdulillah. Baru aja kontrakan dipasangin Fast Net. Wihhh.. kuencengg rek... Hmmm.. Perbulan bayarnya 70rb. Tapi kalo di awal-awal karena kita beli router wi fi jadinya bulan pertama 180 ribu. Uhuk, sengok juga. Tapi gak apalah, sebanding dengan kecepatan yang diberikan.

Pertama kali langsung maruk ngunduh film. Tapi ini memang film yang dari dulu pengen aku tonton. Ya film The Bang Bang Club. Gak jauh-jauh dari film photographer. Yang belum tau, ini nih covernya..

Jangan Sembarangan Motret!

Gak bisa dipungkiri kalo sekarang banyak banget yang tertarik ke dunia fotografi. Mulai dari anak SMP, SMA, Kuliah, hingga lanjut usia. Ya, sensasi menjadi seorang fotografer itu memang luar biasa. Menurut saya pribadi, walaupun wajah kita gak ada di dalam satu frame, tetapi kepuasan itu tetap ada. Melihat senyum di viewfinder (bidik kamera) itu merupakan kesenangan tersendiri. Tapi apa motret itu gak ada aturannya?

Kali ini aku pengen bahas masalah candid fotografi. Ya, candid adalah suatu ilmu fotografi yang khusus memotret orang-orang dengan ekspresi natural tanpa pose. Sejatinya ekspresi ini memang hanya bisa didapat jika si objek gak tahu kalo lagi difoto. Ya iyalah, kalo tau lagi difoto, pasti salah tingkah atau bahkan memalingkan wajah.