Hi There, I am



Saidi Alhady
(Professional Photographer & Videographer)

Capture Your Moment with us with no rule, just happy..


About Me

Seorang Youtuber yang menyukai videografi dan fotografi. Ayah 2 Anak, juga seorang PNS

Social media

Tampilkan postingan dengan label tausyiah jumat. Tampilkan semua postingan

Fasilitas Termegah! (tausyiah jumat)

Alhamdulillah akhirnya setelah beberapa minggu vakum dari program tausyiah jumat, akhirnya hari ini kembali lagi dihidupkan. Berangkat dari beberapa hal yang membuat kita sering terlupa atas nikmat yang diberikan Allah azza wa jalla tentang fasilitas yang diberikan secara cuma-cuma kepada kita. Tak ada produk promo manapun di dunia yang mampu menyaingi kehebatan fasilitas gratis dari Allah azza wa jalla. Ya, fasilitas itulah yang membuat kita masi bisa bernafas hingga saat ini.

Bahkan Allah azza wa jalla secara terang-terangan mengatakan di dalam Al-Qur'an surat al-baqoroh ayat 22 yang berbunyi,

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأَرْضَ فِرَاشاً وَالسَّمَاء بِنَاء وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاء مَاء فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقاً لَّكُمْ فَلاَ تَجْعَلُواْ لِلّهِ أَندَاداً وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu. karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui.

Subhanallah. Allah menyediakan fasilitas rumah kepada kita semua yang ada di dunia ini. Bahkan di dalamnya telah Allah isikan sesuatu yang sangat lengkap. Yang hebatnya isinya bukan sesuatu yang mudah habis. Namun isinya adalah sesuatu yang mampu kita olah dengan akal pikiran yang juga merupakan fasilitas Allah azza wa jalla. Ya, inilah bumi yang kita cintai ini.

Namun sangat cerobohnya kita dengan perlahan merusak fasilitas yang diberikan Allah. Kita tak lagi peduli dengan rumah kita. Bahkan Atap rumah kita yaitu langit semakin lama semakin menipis akibat ulah manusia. Inikah cara kita mengungkapkan rasa terimakasih kepada Allah azza wa jalla atas nikmat yang diberikan?

Ikhwah fillah yang dirahmati Allah, mudah-mudahan tulisan sederhana ini mampu membangkitkan rasa syukur kita *khusunya penulis kepada Allah swt atas nikmat yang senantiasa tercurahkan kepada kita semua. Ungkapkanlah rasa syukur kita dengan jalan taqwa dihadapannya. Allah pun telah bertanya kepada kita berulang-ulang, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

wallahu'alam bi showab

Keutamaan Adzan (tausyiah jum'at)

Rosululloh bersabda,”Apabila adzan dikumandangkan, setan lari terkentut-kentut sehingga dia tidak mendengarkan adzan. Apabila adzan telah selesai, dia (setan) datang mengganggu seorang dalam hatinya, dia membisikkan,’Ingatlah ini dan ingatlah itu, suatu hal yang tidak teringat sebelumnya, hingga seorang hamba tidak mengetahui lagi berapa rokaat dia sholat.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Saudara/i ku yang dirahmati Allah, hadist di atas menjelaskan secara lugas tentang keutamaan adzan. Ketika adzan dikumandangkan, maka setan pun lari hingga adzan selesai. Adzan ialah pemberitahuan tentang masuknya waktu shalat dengan lafadz tertentu (Fiqhus Sunnah 1:94). Hukumnya adalah fardu kifayah. Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya para muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat." Subhanallah, ini adalah sebuah award yang akan didapatkan oleh muadzin. Wajar saja, muadzin adalah seorang yang mengingatkan kita akan waktu sholat. Dan ia adalah perwakilan untuk menuntaskan ibadah fardu kifayah ini.

Muadzin hendaknya adalah anak muda yang memiliki suara yang masih bersih dan jelas. Karena apabila muadzin adalah orang yang sudah lanjut usia, maka semangat para jema'ah pun akan terpengaruh. Ibarat orator, kita akan lebih mengikuti sang orator yang menggebu-gebu dibanding orator yang terkesan tidak tegas. Dalam sholat berjama'ah, orang lanjut usia sudah memiliki tingkat menjadi imam seperti sabda Rasulullah saw, "Apabila (waktu) shalat tiba, maka hendaklah salah seorang di antara kamu, mengumandangkan adzan untuk kamu dan hendaklah yang paling tua di antara kamu yang menjadi imam kamu!".

Saudara/i ku yang di rahmati Allah, mudah-mudahan dengan membaca tausyiah jumat kali ini, kita bisa lebih memahami tentang keutamaan adzan. Harapannya, kita semua bisa terus menegakkan amal jama'i sepanjang hidupp kita. Amin ya robbal 'alamin.
Hadist lainnya,

- "Kalau saja umat manusia mengetahui pahala yang terkandung pada adzan dan barisan pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya, kecuali dengan cara mengundi, pasti mereka akan mengadakan undian. Sekiranya mereka mengetahui pahala yang terdapat pada kesegeraan berangkat shalat , pasti mereka akan berlomba- lomba mendatanginya. Dan sekiranya mereka, mengetahui pahala sholat isya' dan shubuh, pasti mereka akan mendatanginya (ke masjid) meski dengan cara merangkak. (HR Bukhari dan Muslim)

- "Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat atas barisan terdepan , dan Muadzin diberi ampunan sejauh suaranya serta dibenarkan oleh orang yang mendengarkannya, baik yang masih basah maupun yang sudah kering. Dan baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakan shalat dengannya." (Hadits Shohih Riwayat Nasa'I dan Ahmad)

- "Imam itu bertanggung jawab. Sementara muadzin menjadi kepercayaan umat manusia.Ya Allah, berilah petunjuk kepada para imam dan berilah ampunan kepada para muadzin. (Hadits Shohih Riwayat Abu Dawud, Turmudzi, dan Ibnu Khuzaimah)

Wallah 'alam bi showab.

Bisakah Anda Bersabar? (Tausyiah Jumat)

"Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak".(Ali bin Abi Thalib)

Tak banyak orang mampu bersabar. Sifat amarah yang ada dalam diri kita lebih dominan dibandingkan dengan kesabaran. Padahal sabar adalah kunci utama atas pemecahan masalah yang kita hadapi. Begitu banyak masalah yang timbul akibat taidak mampu menahan kesabaran. Masalah kecil yang menjadi rumitpun adalah buah dari ketidakmampuan menjaga kesabaran. Padahal Allah secara gamblang mengatakan di dalam surah al-baqoroh ayat 153, ”Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”

Saudara/i ku yang dirahmati Allah. Siapa lagi yang lebih kita banggakan ada bersama kita selain Allah swt? Adakah yang lebih berkuasa daripadaNya? Adakah yang bisa menandingi kekuatanNya? Sungguh, Dialah al-jabbar, yang maha kuat dan menundukkan segalanya.

Bahkan Allah swt pun mengukur ketaqwaan serta keimanan hambanya melalui sifat sabar. Dalam suroh al-baqoroh ayat 177 Allah berfirman, “ Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. Tentunya tak banyak manusia yang mampu sabar dan tawadhu atas apa yang telah diberikan. Namun, Allah azza wa jalla membenarkan iman seseorang yang sabar khususnya dalam kesempitan yang membelunggunya.

Ikhwah fillah rohimakumulloh, sifat sabar ini pun ditunjukkan oleh Rasulullah saw. tatkala beliau melakukan misi dakwahnya. Cacian, hinaan, serta cibiran para kaum kafir dihadapi Rasulullah dengan penuh sabar. Beliau tidak mengedepankan amarahnya. Karena sesungguhnya amarah bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah. Lihatlah, dengan kesabaran Rasulullah berdakwah, sampai saat ini kita masih bisa merasakan nikmatnya ukhuwah islamiyah ini.

Para pembaca sekalian, mulai sekarang marilah kita mengedepankan sifat sabar kita. Hadapi segala cobaan yang datang dengan keteguhan hati yang dalam. Redamlah amarah kita, karena marah datangnya dari setan. Jika amarah sudah memuncak, maka berwudhu dan istighfarlah. Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang di doakan para malaikat Allah.

“…Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan); keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d: 23-24)

Wallahu 'alam bi showab.

Jangan Takut Untuk Berdoa (Tausyiah Jumat)

Jangan pernah berpikir bahwa doa kita tak dikabulkan oleh Allah swt. Allah swt selalu mengijabah doa-doa kita. Ada 3 hal yang mungkin terjadi ketika kita memohon sesuatu kepad Allah swt. Pertama, Allah langsung mengabulkan doa kita saat itu juga. Yang kedua. Allah memberikannya suatu saat yang tidak kita tahu di dunia ini. Karena sesungguhnya Allah swt lah yang lebih mengetahui sesuatu yang terbaik untuk kita. Dan yang ketiga saat di akhirat nanti. Nantinya ada saat kita menerima sesuatu yang kita tak tahu darimana asalnya. Dan ketika dijelaskan, maka kita tahu bahwa itu adalah doa-doa kita yang belum dikabulkan. Allah swt berfirman dalam surah Al-baqoroh 186 yang artinya, Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Ayat di atas menegaskan bahwa Allah pasti mengabulkan doa-doa kita asalkan kita memenuhi segala perintahNya. Ibarat dengan sesama manusia saja, apabila kita baik terhadap seseorang, maka ia pun akan suka menolong kita ketika dalam kesusahan. Apalagi Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Bahkan dalam Hadist Riwayat Muslim dikatakan, doa adalah otaknya ibadah. Berarti hal yang mendasari ibadah adalah doa. Hadist Riwayat Abu Ya'la meneyebutkan, doa adalah senjata seorang mukmin dan tiang agama serta cahaya langit dan bumi. Sungguh besar manfaat doa. Doa diibaratkan sebagai senjata kita dalam menghadapi masalah beserta tiang dan cahaya langit bumi. Berarti selain untuk memperkokoh agama kita, doa juga berguna sebagai penerang minimal di hati kita semua.

Saudara-saudari ku yang dirahmati Allah, intinya adalah kita harus menyerahkan segala sesuatu kepada Allah swt. Setelah kita berusaha, maka haruslah kita bertawakal kepada Allah. Karena terkadang, banyak hal-hal yang kita rasa buruk, tapi sebenarnya itu adalah terbaik untuk kita. Dan sangat banyak sekali hal-hal yang kita rasa terbaik untuk kita, tapi sebenarnya itu membawa kesengsaraan untuk diri kita. Maka, bertawakallah. Mudah-mudahan kita selalu menerima dengan lapang dada atas segla yang diberikanNya.

Wallahu'alam bishowab.
Saidi Alhady, Bintaro 9 April 2010