Hi There, I am



Saidi Alhady
(Professional Photographer & Videographer)

Capture Your Moment with us with no rule, just happy..


About Me

Seorang Youtuber yang menyukai videografi dan fotografi. Ayah 2 Anak, juga seorang PNS

Social media

Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Aku Cinta Rohis

Pola rekrutmen teroris mudah versi Metro TV
Baru-baru ini kembali terjadi aksi teror di Indonesia tepatnya di Solo. Hal yang sangat disayangkan berbagai pihak ini kontan mengundang berbagai macam reaksi dari berbagai kalangan. Parahnya media secara blak-blakan menyebutkan asal muasal muculnya generasi teroris baru. Ya, Metro TV lagi-lagi berulah dengan opini tanpa tabayun.


Jujur, saya masuk rohis selama tiga tahun di SMA Negeri 1 Medan. Bahkan saya sempat menjadi amir di rohis SMA saya. Sebenarnya saya juga tidak terlalu kaget dengan mencuatnya opini asal-asalan karya Metro Tv ini. Karena saya benar-benar paham tentang apa yang tidak dipahami oleh orang-orang yang tidak mengenal rohis secara kaffah.

Untuk Mutarobbiku yang Kucintai Karena Allah


ilustrasi dari google

Bismillahirrohmanirrohim

Engkau tahu ketika kita dipertemukan dalam suatu lingkaran, diawali dengan perkenalan, canda tawa kecil yang mencairkan hubungan yang kaku, kita sama-sama mengazzamkan diri agar senantiasa hadir dalam lingkaran ini. Kita akan mampu mengubah segala yang ada di sekitar kita untuk kebaikan. Ya untuk dakwah saudaraku.

Engkau pun tahu bahwa setiap kita adalah da’i, dan kita punya tujuan yang sama. Ya apalagi kalau bukan ridho iLahi? Engkau pun tahu kalau kita juga punya pedoman yang sama. Ya apalagi kalau bukan Alqur’an dan sunnah? Dan engkau pun tahu kalau kita lagi-lagi punya tauladan yang sama. Ya siapa lagi kalau bukan Rasulullah saw?

Di setiap awal pertemuan, engkaupun tahu aku selalu berusaha mengencangkan azzam kita yang telah kita bentuk di awal-awal pertemuan indah kita. Istiqomah. Ya, itu kata yang selalu aku andalkan untuk merecharge iman kita semua. Dakwah ini memang layaknya seperti berjalan di sekitar onak dan duri. Ingat saudaraku, kita di sekitarnya, bukan di atasnya. Dan dengan misi dakwah yang kita emban, maka onak itupun menjadi  pudar dan menyatu dengan ranting-ranting yang akan menjadi jembatan kemenangan kita. Serta duri pun akan sembunyi ke dalam akar-akar keistiqomahan kita.

Bulan Muharram Awal Hidup Tentram

Alhamdulillah kita memasuki awal bulan Muharram 1433 H. Subhanallah walhamdulillah Allah masih memberikan kita kesempatan untuk senantiasa beramal di dunia ini guna mempersiapkan bekal di akhirat nanti. Begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita sehingga saking banyaknya, kita lupa dan sombong bahwa tiap detik dalam hembusan nafas itu adalah nikmat. Ya, nikmat yang tak pernah dinilai dengan materi apapun.

Hmm.. dipostingan kali ini insyaaLlah saya akan membahas masalah puasa Assyura. Ya, puasa tanggal 10 bulan Muharram. Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: “Seutama-utama puasa setelah Ramadlan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu, ialah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)

Hukum puasa Assyura adalah wajib. Tapi itu dulu. Setelah diwajibkannya puasa Ramadhan, maka hukum puasa Assyura pun menjadi sunnah. Berarti boleh kita simpulkan, keutamaannya bisa disamakan dengan puasa wajib. Terus keutamaannya apa???

Madrasahku Aku Rindu!

Dulu ketika kelas 1 SD, aku ingat banget pas Ibu nganterin ke Madrasah. Kalo sekarang mungkin terkenalnya dengan ngaji. Di Madrasahku ini banyak yang dipelajari. Selain belajar membaca Al-quran, juga belajar materi seperti akidah akhlak, fiqih, dan tentunya sejarah islam. Tapi awalnya aku gak mau madrasah. Pengennya di rumah aja main sama temen-temen. Tapi karena temen-temen juga pada ikut madrasah, jadi aku mau gak mau suka gak suka ikut madrasah.

Biasanya madrasah muliah selepas sholat ashar berjamaah di Aula sekolah. Guru-gurunya dipanggil dari luar sekolah. Yang paling saya ingat itu ada namanya Pak Katsim, kepala Madrasahnya. Terus ada Ibu guru yang semuanya saya sudah lupa namanya. Tapi wajahnya selalu senantiasa saya ingat sampai sekarang. Mudah-mudahan mereka sehat walafiat dan selalu mengalir pahala kedalam setiap hembusan nafasnya.Amin.

Tatto, Kebudayaan Indonesiakah??

Berawal dari pertanyaan seorang teman kepada dosen budaya nusantara, saya pun berpikir untuk membuat artikel ini. Ya, semua karena Tatto. Masih ada yang gak tau arti Tatto? Bukan!! Bukan sejenis makanan ringan. Itu Cithato. Ini Tatto. Gambar yang dilukis ke bagian tubuh manusia. Ada yang permanen, Mingguan, bahkan harian. Seperti paket internet memang. Tapi terima sajalah perumpamaan yang tidak senonoh ini.

Mahasiswa : Pak, setahu saya, tatto itu merupakan salah satu kebudayaan Indonesia. tapi mengapa sekarang ini malah tatto dianggap suatu hal yang tidak lazim di masyarakat pada umumnya?

Dosen : Hmmm... Begini...

Ya, begitulah kira-kira pertanyaan dari salah satu teman kelas saya. Yang menjadi menarik di sini adalah, benarkah Tatto merupakan salah satu budaya Indonesia?? Jawabnya benar.

Jangan ragu, Allah Maha Kaya!!

Terkadang kita punya kreativitas yang sungguh luar biasa. Dalam berorganisasi kita biasa memunculkan ide-ide kreatif. Tapi terkadang ada hal yang membuat kita berhenti mengobarkan semangat ide-ide briliant kita. Ada satu hal yang sangat lumrah membuat kita terdiam oleh keadaan yang mengunci. Dana. Ya dana atau lazimnya kita katakan uang.

Kawan, mungkin ada satu hal yang kita lupa. Al-ghani. Allah Maha Kaya. Allah yang memberikan dan mengabulkan permohonan hambanya. Ketika kita berpikir tidak sanggup untuk melakukan suatu hal yang besar, maka dengan izin Allah, semuanya bisa berjalan. Ada saja pintu keluar yang ditunjukkan Allah melalu berbagai media.

Kepada Siapa Saya Harus Menggalau?

Kalo lagi mikirin falling in love, biasanya kita sering galau. Ya, galau adalah kata yang lagi populer di kalangan anak muda sekarang. Dikit dikit galau. Kalo gak galau gak macho.

Kalo boleh diartikan, galau itu adalah meracau. Meracau itu adalah suatu keadaan tidak stabil. Sangat sering melanda muda-mudi jaman kini. Bahkan kalo di media kampus saya, dulu pernah membahas tuntas tentang jenis-jenis galau. Ada galau akademis, galau akut, galau pasangan, dan galau-galau lainnya. Aiihh,, banyak banget model galaunya. Tapi intinya, boleh gak galau?

Bro, galau itu fitrah manusia. Manusia tempat bimbang. Manusia tempat bingung. Manusia tempat kesalahan. Jadi wajar aja kalo kita merasa galau, kacau, amburadul dan meracau.

Belajarlah dari Semut!

Ada sedikit kejadian yang membuatku berdecak kagum sampai saat ini. Sebuah tragedi kecil yang mengantarkan aku berpikir lebih jauh lagi tentang "seberapa setiakah aku terhadap saudara-saudaraku?"

Ok, begini ceritanya. Berawal dari perintah ibuku untuk membeli madu, aku pergi ke swalayan untuk mencari sebotol cairan yang mengandung berbagai jenis khasiat ini. Sambil mengeluarkan kocek beberapa puluh ribu aku pun membawa pulang botol madu ini pulang. Menurut beberapa literatur yang pernah ku baca, indikasi madu yang asli adalah "tidak disukai semut". Tapi entah itu relevan atau tidak, intinya maduku tetap suka dikerubungi semut walaupun sudah ku letakkan di tempat yang tertinggi.

Haji Menuju Allah

Kami memenuhi dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah. Tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.

Banyak sekali kisah-kisah mengharukan tentang haji. Tentunya kisah-kisah itu membuat kita terenyuh akan keindahan ibadah. Ya, itulah rukun islam yang kelima. Saya teringat sebuah film berjuduli "emak ingin naik haji". Di dalam film itu digambarkan bagaimana seorang ibu yang sudah tua sangat ingin bersujud di tanah tempat para nabi berkisah. Berbagai usaha dilakukannya demi mengumpulkan uang.

Ya, begitulah sebuah kerinduan yang tertanam di dalam hati manusia kepada Allah. Memenuhi panggilan Allah adalah tujuan utamanya. Setiap detik kadang terbayang akan kekuatan ruhiyah ketika bersujud di masjidil haram. Pastilah sangat bergetar hati kita ketika hanya berjarak beberapa meter saja dari kiblatnya seluruh umat manusia di bumi ini.

Allah berfirman dalam Al-quran surat al-hajj ayat 27,
Dan berserulah kepada manusia utk mengerjakan haji niscaya mereka akan datang kepadamu dgn berjalan kaki dan mengendarai unta yg datang dari segenap penjuru yg jauh

Ayat ini ditujukan kepada nabi Ibrahim ketika masa-masa ka'bah dibangun. Dan benar saja, setiap masa haji, Mekkah selalu dipenuhi dengan orang-orang yang berasal dari penjuru dunia. Namun hebatnya, tak ada lagi identitas. Tak ada lagi jabatan. Inilah kindahan islam. Semua adalah sama di hadapan Allah. Yang membedakan hanyalah keimanan dan ketaqwaan.

Sekarang tepat tanggal 26 Zulkaedah 1431 H. Sebentar lagi adalah hari raya Idul Adha. Marilah kita berdoa agar saudara-saudari kita yang sedang beribadah di tanah suci selamat dunia akhirat. Kembali ke kampung halaman dengan predikat haji/hajjah mabrur. Dan yang pasti bisa menjadi penyemangat kita untuk bisa pergi haji menuju Allah.

Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaika la syarika laka labbaik.Inna al hamda wa an ni’mata laka wa al mulka la syarika laka.


Tulisan ini khusus buat Sherly Marcelina anak scrraf7 yang lagi menunaikan ibadah haji.

Mencuri Seperti Budaya?

Astaghfirullahal'adzim. Sungguh miris kita melihat keadaan dewasa ini. Mengapa? ya, mencuri seperti bukan merupakan hal yang tercela lagi. Bahkan beberapa orang menganggap bahwa mencuri adalah hal yang biasa. Na'udzubillahimindzalik.

Allah telah tegas menjelaskan hukuman bagi para pelaku pencurian dalam al-qur'an, “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." [Q 5.38]

Potong tangan sebagai ganjarannya. Memang ada beberapa perihal dan perbedaan pendapat ulama dalam menerapkan siapa, dan apa yang harus dikenakan sanksi potong tangan ini. Namun di sisi lain kita harus menyadari bahwa sesungguhnya mencuri itu sangat dibenci oleh Allah swt.

Contoh mencuri yang sudah dianggap biasa adalah Korupsi. Ini adalah perampokan tersembunyi yang sepertinya sudah melekat di dalam kegiatan pemerintahan negara kita. Perampokan bank yang kian marak terjadi. Pencurian di dalam kesempitan seperti sedang terjadi musibah di aera tertentu. Dan yang setiap hari terjadi ada pencurian sendal di tempat ibadah khususnya mesjid. Ini adalah salah satu dari pencurian yang membuat hati kita miris.

Sekedar pengandaian saja, jika kita seorang penulis maka pelaku pencurian dinamakan plagiator. Pekerjaannya adalah menyalin karya tulisan orang lain tanpa izin orang yang bersangkutan. Ini adalah tindakan tidak baik dan sangat di kecam oleh para penulis. Mari kita pikirkan sejenak. Apabila pencurian rangkaian kata-kata yang dibentuk menjadi kalimat yang tidak bisa disentuh dan dilihat bentuknya secara fisik saja salah, apalagi dengan sesuatu yang memiliki bentuk dan rupa?

Mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan demi kemajuan bersama.

Homoseksual itu Penyakit Fisik dan Hati

Nau'dzubillahimindzalik. Telah tampak jelas kerusakan-kerusakan moral dan akhlak di muka bumi ini. Ada beberapa yang sangat membuat hati kita miris bahkan saat mendengarnya. Suatu kegiatan yang tak lazim dan pantas. Yang tak pernah diajarkan, tapi malah semakin ramai penikmatnya. Yah itu lah masalah homoseksual/liwath/maho/lesbi/gay yang saya pribadi lebih suka menyebutnya sebagai penyakit.

Jika kita tau bahwa Belanda adalah negara yang membolehkan pernikahan sesama jenis, maka sekarang pengetahuan kita akan bertambah. Baru-baru ini suatu kota besar di Amerika, California telah resmi membatalkan larangan pernikahan antara sesama jenis kelamin.

Dengan mengedepankan hak azasi manusia, para pengaku pahlawan sipil itu berteriak menyuarakan kebodohannya. Membela mati-matian perubahan hukum atas larangan pernikahan sesama jenis. Tanpa memikirkan bahwa semua akan dipertanggungjawabkan di suatu hari yang kekal nanti.

sebenarnya hal ini bukanlah kali pertama yang terjadi. Bahkan sebelum zaman baginda Rasulullah saw, telah ada umat nabi Luth as. yang melakukan hal serupa. Dengan jelas Allah berfirman dalam surat Al-A'rof ; 80-81

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?" Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

Pantaskah kita menjadi kaum yang melampaui batas? Sedangkan seorang Rasul saja selalu takut akan larangan Allah. Mengapa kita yang hanya umatnya seakan menentang kebenaran yang datangnya dari pencipta alam semesta.

Yang parahnya lagi, aksi ini diperkuat oleh aplikasi kegiatan di masyarakat. Media elektronik ataupun cetak menyorotinya dengan terlalu berlebihan. Adegan maupun tulisan yang ditampilkan seakan mengajak kita untuk melakukannya. Seakan membuat kita berpikir itu adalah fitrah manusia. Namun sesungguhnya itu adalah penyakit. Ya, penyakit yang bisa disembuhkan.

Yang terpenting adalah kita harus menentang dan membuang jauh-jauh penyakit ini. Tapi ingat yang dibuang adalah penyakitnya bukan pengidapnya. Mari selamatkan mereka dengan cara terbaik yang ada. Tentunya dengan senantiasa selalu dekat kepada Allah.

wallahu'alam bi showab.

Apakah Hati Kita Sudah Sekeras Karang?

Sebagaimana kita tahu, bahwa karang mampu menenggelamkan sebuah kapal besar. Kerasnya karang menjadi satu faktor yang membuat nakoda kapal terus berhati-hati untuk tidak menyentuh, menggesek atau menabraknya. Mengapa? Ya, ini dikarenakan kerasnya zat itu bisa mengakibatkan hal yang cukup fatal.

Lalu bagaimana jika hati kita yang mengeras layaknya sebuah karang? Sungguh suatu hal yang patut kita hindari. Kerasnya hati akan mematikan rasa. Dan jika rasa telah mati, maka celakalah kita. Ketika orang-orang tergetar hatinya maka kita hanya merasakan hal-hal yang biasa saja. Ketika bulu kuduk orang lain berdiri, maka kita hanya bisa heran sambil bertanya mengapa. maukah kita mendapati kondisi demikian?

Kekhawatiran ini terbukti dengan terjadinya kisah pembunuhan di Indonesia yang semakin marak. Pembunuhan bukan lagi seperti hal yang haram, yang hina atau yang sangat dikecam. Tapi seakan pembunuhan itu adalah hal yang dianggap jalan keluar dari masalah yang ada. Betapa pendek dan kusutnya pikiran manusia.

Jika kita mau berpikir dan menganalogikan pada sebuah tanaman yang kita tanam, mungkin kita akan sadar akan makna hidup itu. Ketika kita menanam sebuah biji lalu kita menyiraminya hingga tumbuh, maka kita akan merasa sangat puas telah mampu merawatnya dengan baik. Namun tiba-tiba ada seseorang mencabut atau merusaknya dengan sengaja. Lalu apa yang kita rasakan sebagai orang yang telah merawat dan menyiraminya setiap pagi? Tentunya kita akan sedih dan marah.

Pada dasarnya yang mencipatakan dan menumbuhkan tanaman yang kita tanam tadi adalah Dia Yang Esa, Allah azza wa jalla. Walau begitu kita sudah merasa memiliki keseluruhannya. Nah, jika kita kembalikan kepada fittrah manusia akan arti hidup, ini akan sangat berdampak besar. Sesungguhnya yang berhak menghidupkan dan mematikan manusia hanyalah yang menciptakannya. Ya, Dialah penguasa akhir zaman.

Maka dari itu, pantaskah kita sebagai makhluk kecil dihadapanNya melakukan hal keji seperti itu?

“Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah neraka jahanam, kekal ia di dalamnya, dn Allah murka kepadanya, dan mengutukinya, serta menyediakan azab yang besar baginya” (an-nisa 93)

Hal-hal Kecil yang Terlupakan

Berawal dari kejadian sederhana yang menimpa diriku beberapa waktu yang lewat, aku pun membulatkan hati untuk memposting cerita ini. Bukan cerita yang menghebohkan memang, tapi bagiku ada sedikit makna ataupun manfaat yang tersirat di dalamnya.

Ini terjadi ketika tim nasyidku diundang untuk mengisi acara kaderisasi di Serpong, Tangerang Selatan. Seperti biasa kami pergi dengan taxi yang tidak hanya diisi oleh berat badan saja, tapi juga dengan volume suara. Maklum, latihan yang agak kurang yang membuat tim nasyidku terus memanfaatkan waktu kosong untuk latihan. Memang senandung yang akan kami bawakan bukan tergolong baru, tapi yang menjadi masalah, ini adalah tim nasyid gabungan sehingga memerlukan pencocokan harmonisasi suara. Alhamdulillah itu semua tercapai ketika kami tiba di panggung dakwah.

Ternyata penyambutan yang luar biasa kami terima dari panitia acara. Kami ditempatkan di meja bulat yang sudah lengkap dengan sarapan. Sangat tepat pikirku. Waktu kumpul jam 6 pagi membuatku tak sempat sarapan di warteg dekat kosan. Dengan tidak mengulur waktu kami langsung duduk mengisi kekosongan meja bulat itu yang sepertinya dari tadi memanggil-manggil untuk didekati.

Setelah briefing dengan panitia tentang format acara, kami pun diarahkan untuk tampil dua kali di bagian pembuka dan penutup. Sesuailah dengan kesepakatan yang telah kami terima di telepon. Karena kami memang tidak siap apabila ada perubahan acara yang menuntut agar tim nasyid menambah lagu dari yang sudah ditetapkan.

Singkat cerita, kami pun menyelesaikan syiar nada kami dengan mulus. InsyaAllah pesan tersampaikan kepada objek dakwah kami. Itu terlihat dari ekspresi mereka yang sangat responsif terhadap lirik yang kami sampaikan. Bahkan ketika kami menyanyikan lagu terakhir, ada yang sampai menitikkan air mata. Alhamdulillah, Allah masih membimbing kami dalam menyampaikan dakwah ini dengan indah dan lembut.

Kami pun berpamitan setelah merasa tugas kami selesai. Untuk mencari taksi, kami butuh melalukan perjalanan menuju jalan besar. Yah mungkin sekitar 200an meter dari lokasi. Setelah setengah perjalanan kami lalui, tiba-tiba ada sebuah mobil hitam yang mendahului  sambil membuka kaca pintu bagian depan. Kami semua tidak ada yang mengenal orang di dalam mobil itu. Masih dalam keadaan berjalan, mobil itu tetap melintas pelan di samping kami sembari lambaian tangan seorang bocah keluar dan berkata, "Kak, saya duluan yah."

"Iya, hati-hati ya." kami membalas dengan senyum yang tak kalah manis dari bocah yang mungkin berusia 12-14 tahun itu. Satu yang kami tahu pasti adalah bahwa bocah tersebut adalah salah satu peserta kader yang kami hadiri tadi.

Kami semua terus membicarakan keramahan bocah itu yang telah menyapa kami. Dengan berkata demikian, sebenarnya ia tak hanya menyapa, namun juga menghormati kami. Sungguh kami sangat senang masih ada anak seperti dia. Anak itu tidak melupakan hal-hal kecil yang mungkin sangat banyak dilupakan anak seusianya. Banyak sekali anak-anak sekarang yang tak mau lagi menyapa orang yang lebih tua darinya. Bahkan mereka berani berkata kasar terhadap orang tua sendiri. Ntah siapa yang harus kita salahkan. Mungkinkah pendidikan sekolah yang mengajarkan demikian? Ataukah lingkungan yang menuntutnya berbuat seperti itu? Yang jelas hal-hal kecil seperti ini mulai hilang dari tradisi masyarakat Indonesia yang terkenal ramah tamah.

Akibat dari sapaan bocah tadi, kami terus membahasnya hingga beberapa menit ke depan. Bahkan aku pribadi masih membahasnya sampai saat ini. Dan pembaca pasti juga secara tak langsung akan membahasnya. Padahal apalah yang diperbuat bocah tersebut? Iya hanya mengatakan kalimat sederhana yang berlangsung sekitar 3 detik saja. Tapi 3 detik itu membawa pahala baginya mudah-mudahan sampai saat ini. Sungguh luar biasa bukan?

Terkadang kita hanya mau membuat sesuatu kalau ada imbalan secara langsung saja. Padahal kita tidak mengetahui bahwa Allah lah yang memiliki segala sesuatu yang kita harapkan. Allah lah yang lebih paham tentang apa yang kita butuhkan. Maka dari itu, marilah kita bersama saling mengingatkan akan hal-hal kecil yang mungkin terlupakan.

Masih banyak lagi sebenarnya hal-hal kecil lain yang sering kita lupakan. Bagaimana mungkin kita bisa melakukan sesuatu yang besar kalau yang kecil saja kita mudah terlupa? Untuk itu mari kita terus terapkan tata krama mulai dari yang kecil-kecil saja.

Sekianlah artikel sederhana ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Abang-abang Israel, Jangan sok kejamlah!

Ya, beberapa hari ini kita melihat berita di tv dipenuhi dengan aksi biadab israel dan sekutunya. Kapal yang berisi relawan dari 50 negara diserang oleh tentara israel. Ibarat anak-anak yang gak ngebolehin daerah kekuasaannya didatangi, israel pun bertingkah demikian bahkan lebih parah. Padahal zona lautnya masih di batas internasional.

Kecamanpun datang dari segala arah. Mulai dari anak SD sampe pemimpin-pemimpin dunia. Aku sebagai mahasiswa cuma bisa termenung menyaksikan linangan air mata rakyat palestina, serta para relawan di sana. Bingung mengapa mereka ingin sekali mengekspansi wilayah negara israel.

Yah, mudah-mudahan hati para pejabat israel senantiasa terbuka untuk menghentikan kegiatan yang sia-sia itu. Barangkali dunia telah menutupi pikiran mereka. Untuk warga palestina, tetaplah berjuang. Milyaran penduduk di seluruh dunia sedang mendoakan kalian. Tegarlah di jalan menuju kebahagiaan akhirat.

Pokoknya untuk abang-abang israel, jangan sok kejamlah!

Sebagai blogger, kebetulan saya mendapat poster dari miss Farra untuk dipajang di halaman ini. Bagi para blogger yang membaca harap memasang poster ini juga disertai dengan link saya seperti link yang saya buat untuk miss farra.

Kemudian letakkan poster ini sebagai banner di blog anda. Sertakan link ke postingan ini http://www.saidialhady.com/2010/06/abang-abang-israel-jangan-sok-kejamlah.html

Untuk apa sering posting, blogwalking, punya follower banyak,. tapi untuk kegiatan solidaritas kecil seperti ini ENGGAN melakukannya.

Mari berdoa untuk saudara-saudari kita di Palestina!

Mengapa harus Mengenal Allah?

Ibarat manusia, jika kita tidak mengenal tetangga kita, guru atau dosen kita, maka kita tidak akan memperdulikan dia diluar konteks kewajiban hubungan kita. Ketika ditanya tentang hal yang disukainya, kita hanya bisa diam sambil menggelengkan kepala pertanda tak mengerti. Inilah adalah bukti bahwa dengan jalan mengenal kita akan lebih peduli terhadap sesama.

Begitupun dengan Allah zat yang menciptakan kita. Bagaimana kita bisa cinta kepada Allah kalau kita tidak mengenalNya. Bagaimana kita bisa khusyuk beribadah kalau kita tidak mengerti tujuan ibadah kita. Maka dari itu, mengenal Allah adalah hal yang sangat krusial dalam pencapaian nilai kesempurnaan ibadah kita.

Mengenal Allah bukan hanya bisa menuliskan kata Allah dalam tulisan arab saja. Atau mampu mengucapkannya sesuai tajwid. Tapi mengenal Allah yang benar adalah menimbulkan rasa malu, cinta dan kedekatan hati kepada Allah. Jika hal tersebut telah timbul di dalam hati kita, insyaAllah kita telah mampu mengenal Allah dengan cinta.

Kita sangat bangga jika bisa mengenal secara dekat orang-orang besar seperti menteri, pejabat atau presiden. Namun apakah kita juga bangga jika mampu mengenal Allah yang menciptakan seluruh manusia? Ada beberapa keutamaan mengenal Allah yang harus diketahui agar kita senantiasa berlomba-lomba dalam mengenal Allah. Keutamaan-keutamaan berikut adalah nilai-nilai yang akan kita dapatkan jika kita mampu mengenal Allah secara benar.

Pertama adalah ketenangan hati. Banyak sekali manusia sekarang ini yang tidak memiliki ketenangan hati di dalam kehidupannya. Jika punya harta yang banyak, hatinya tak pernah tenang. Ia tidak menyadari bahwa semua yang dimilikinya itu hanyalah titipan Allah. Ketidaktenangannya itu membuatnya seakan memiliki segalanya.

Allah swt berfirman dalam surat Ar-ra'du ayat 28,

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya, (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.

Secara jelas Allah menjamin bahwa dengan mengingatnya Allah hati menjadi tenteram. Terlebih bagi orang yang beriman. Apakah yang kita ragukan lagi dari jaminan Allah?

Yang kedua adalah keberkahan Allah. Dalam melakukan sesuatu pastinya kita selalu mengharapkan berkah Allah azza wa jalla. Dengan adanya keberkahan Allah ini, kita akan selalu leluasa menjalan aktivitas yang ada di dunia ini.

Allah berfirman dalam surat al-a'rof ayat 96,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

Artinya, Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Allah mengatakan akan melimpahkan keberkahan kepada kita yang beriman dan bertaqwa. Namun Allah mengatakan bahwa telah ada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. Sesungguhnya siksa Allah amatlah pedih.

Yang ketiga adalah hidup mulia. Seperti tujuan seluruh umat manusia yang terlahirkan di dunia ini bahwa hidup di dalam kemuliaan sangat diimpi-impikan. Allah menjanjikan kehidupan mulia kepada kita yang mengerjakan amal-amal sholeh. Ini sesuai dengan firman Allah dalam surat An-nahl ayat 97,
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Artinya, Barang siapa yang mengerjakan amal saleh,baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Sangatlah lebih imbalan yang diberikan Allah kepada kita semua. Allah maha pemurah dan penyayang kepada hamba-hamba yang taat kepadaNya.

Yang keempat adalah kenikmatan surga. Dari kecil kita selalu diiming-imingi keindahan surga. Jika kita malas melakukan sesuatu hal, Allah akan memberikan kenikmatan surga ini bagi orang-orang yang berbuat baik. Allah berfirman dalam surat yunus ayat 25-26,
وَاللّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلاَمِ وَيَهْدِي مَن يَشَاء إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ . لِّلَّذِينَ أَحْسَنُواْ الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلاَ يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلاَ ذِلَّةٌ أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya, Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.
Kekekalan di dalam surga adalah hal yang sangat ingin kita raih dalam kehidupan ini. Namun Allah hanya memberikan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Yang kelima adalah keridhoan Allah. Selain keberkahan yang selalu kita incar dalam setiap hal yang ktia lakukan, keridhoan Allah menjadi aspek penting yang juga sangat kita harapkan. Lagi-lagi Allah hanya akan memberikannya kepada orang-orang yang beramal sholeh. Allah berfirman dalam surat Al-bayyinah surat 7-8,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ . جَزَاؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ

Artinya, Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Dengan adanya perasaan takut kita kepada Allah, maka kita pun akan semakin beriman kepadaNya. Maka dengak ketakutan itu, kita akan mendapatkan balasan yang amat berlipat-lipat.

Yang keenam atau yang terakhir adalah rasa merdeka. Tak ada manusia yang mau diperbudak. Baik dengan hawa nafsu bahkan dengan manusia sekalipun. Namun, kelemahan iman sesoranglah yang membuat perasaan merdeka tidak melekat di dalam hati kita. Allah berfirman dalam surat al-an'am ayat 82,
الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Artinya, Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kelaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Allah menjamin kepada orang-orang yang tidak mencampurkan keimanannya dengan kesyirikan atas keamanan. Ini akan kita dapatkan bila kita benar-benar telah mengerti akan hakikat ma'rifatullah.

Ikhwah fillah yang disayangi Allah, inti dari enam keutamaan di atas adalah keimanan kita kepada Allah azza wa jalla. Dalam mengenal Allah, kita dituntut menjadi seorang yang beriman dan beramal sholeh. Allah sangat menyayangi manusia yang senantiasa mengingatNya. Tak main-main, Allah menjanjikan surga, keberkahan, keridhoan, kemerdekaan, serta kemuliaan di dalam hidup kita. Masih adakah diantara kita yang mendustai nikmat-nikmat Allah? Kenalilah Allah secara menyeluruh. InsyaAllah kita termasuk hambanya yang beriman dan beramal sholeh. Amin ya robbal 'alamin.

wallahu 'alam bi showab.

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan?

Baru-baru ini terjadi sesuatu hal yang menggemparkan dunia maya. Ya, lagi-lagi ini adalah ulah kaum yang tak bertanggng jawab. Berani-beraninya ia membuat sebuah event yang mengundang para pelukis untuk menggambar sketsa Nabi Muhammad saw. Ketika dalam perjalanan pencarian info, saya menemukan artikel yang sangat baik untuk kita cermati. Berikut artikelnya...

Pemikir langka seperti Anda pasti sudah memahami bahwa segala yang ada diBumi ini adalah hasil karya indah Luar biasa ciptaan Allah yang Maha Agung.

Trus, apa Tuhan juga menciptakan kemiskinan, Peperangan, kejahatan dan hal-hal Negatif lainnya? Hey..heyy.. tidak usah berprasangka dulu ya, sebelum Anda membaca cerita motifasi berikut ini, yuukk

Suatu hari, Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Lalu Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".

"Tentu saja," jawab si Profesor,

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda SALAH, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih sayang Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu pun terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Mari sahabat, jadilah manusia yang positif dan Raihlah kasih sayang Allah untuk hidup lebih berkah. Tetaplah bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki. Allah selalu bersama kita, Belajarlah bersandar pada-Nya.

Fasilitas Termegah! (tausyiah jumat)

Alhamdulillah akhirnya setelah beberapa minggu vakum dari program tausyiah jumat, akhirnya hari ini kembali lagi dihidupkan. Berangkat dari beberapa hal yang membuat kita sering terlupa atas nikmat yang diberikan Allah azza wa jalla tentang fasilitas yang diberikan secara cuma-cuma kepada kita. Tak ada produk promo manapun di dunia yang mampu menyaingi kehebatan fasilitas gratis dari Allah azza wa jalla. Ya, fasilitas itulah yang membuat kita masi bisa bernafas hingga saat ini.

Bahkan Allah azza wa jalla secara terang-terangan mengatakan di dalam Al-Qur'an surat al-baqoroh ayat 22 yang berbunyi,

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأَرْضَ فِرَاشاً وَالسَّمَاء بِنَاء وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاء مَاء فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقاً لَّكُمْ فَلاَ تَجْعَلُواْ لِلّهِ أَندَاداً وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu. karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui.

Subhanallah. Allah menyediakan fasilitas rumah kepada kita semua yang ada di dunia ini. Bahkan di dalamnya telah Allah isikan sesuatu yang sangat lengkap. Yang hebatnya isinya bukan sesuatu yang mudah habis. Namun isinya adalah sesuatu yang mampu kita olah dengan akal pikiran yang juga merupakan fasilitas Allah azza wa jalla. Ya, inilah bumi yang kita cintai ini.

Namun sangat cerobohnya kita dengan perlahan merusak fasilitas yang diberikan Allah. Kita tak lagi peduli dengan rumah kita. Bahkan Atap rumah kita yaitu langit semakin lama semakin menipis akibat ulah manusia. Inikah cara kita mengungkapkan rasa terimakasih kepada Allah azza wa jalla atas nikmat yang diberikan?

Ikhwah fillah yang dirahmati Allah, mudah-mudahan tulisan sederhana ini mampu membangkitkan rasa syukur kita *khusunya penulis kepada Allah swt atas nikmat yang senantiasa tercurahkan kepada kita semua. Ungkapkanlah rasa syukur kita dengan jalan taqwa dihadapannya. Allah pun telah bertanya kepada kita berulang-ulang, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

wallahu'alam bi showab

Berwudhu Itu Luar Biasa!

Setelah berkeliling mencari-cari hikmah dari berwuduhu, akhirnya saya mendapatkan referensi dari sebuah situs surat kabar. Ternyata selain wudhu merupakan salah satu syarat sahnya sholat, wudhu itu mengandung makna secara medis dan tentunya secara tasawuf.

Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan neurology mengatakan bahwa pusat-pusat saraf yang paling peka adalah di sebelah dahi, tangan dan kaki. Bagian-bagian ini sangat sensitif terhadap air segar. Dengan adanya kesensitifannya terhadap air segar itu, akan menjaga kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya. Sungguh luar biasa bukan? Bahkan belian merekomendasikan agar kegiatan wudhu tidak hanya dilakukan bagi umat islam saja, tapi juga bagi umat-umat lainnya. Ini dikarenakan efek yang ditimbulkan dari berwudhu ini sangat menyehatkan.

Berbicara dari segi fikih, para ulama fikih mengatakan bahwa wudhu merupakan cara untuk membersihkan anggota tubuh yang paling sering bersentuhan dengan benda-benda asing. Benar saja, jika kita perhatikan, semua anggota tubuh yang dibasuh dengan air wudhu pasti selalu terkena gesekan benda-benda asing minimal debu.

Tak hanya itu, dari segi tasawuf para ulama mengatakan bahwa wudhu ini berfungsi untuk menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukan melalui anggota tubuh yang dibasuh. Mungkin banyak sekali hal-hal dosa yang kita lakukan dengan mulut kita saat bicara. telinga kita mendengar hal-hal yang tak patut didengarkan. Mata kita mungkin sering melihat hal-hal yang tak senonoh. Bahkan kaki kita pasti sering dilangkahkan ke tempat-tempat maksiat. Dengan wudhu inilah kita kembali diingatkan akan kesalahan-kesalahan kita. Ini adalah simbol kebersihan bagi fisik dan rohani kita.

Yang paling penting adalah bahwa wudhu menjaga kepercayaan diri kita ketika sholat. Memantapkan hati kita ketika memegang mushaf. Dan menambah pancaran wajah kita ketika berbicara menyampaikan kebenaran dengan orang lain. Mudah-mudahan kita selalu terjaga dari kebersihan fisik dan hati. InsyaAllah kita akan selalu dalam lindungan Allah azza wa jalla.

Teroris oh Teroris...

Hari ini, semua stasiun TV menyiarkan tentang penangkapan Teroris di Cikampek dan Cilitan. Entah harus bangga atau sedih. Seperti yang dikatakan seorang anti teroris di salah satu stasiun TV, Indonesia dinilai berhasil menghadapi para teroris. Tapi ia juga mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang gagal dalam menegakkan hukum anti teroris. Buktinya adalah mengapa Nurdin M. Top yang merupakan orang Malaysia tidak beroperasi di sana melainkan di Indonesia? Jawabannya adalah hukum Indonesia masih lemah.

Tapi saya lebih tertarik membahas tentang motivasi para teroris itu. Yang parahnya mereka membawa agama dalam setiap aksi mereka. Mereka ingin syahid seperti peperangan yang terjadi di zaman Nabi. Mereka membunuh orang asing yang sepertinya tidak pantas secara manusiawi. Mereka menganggap bahwa darahnya halal. Saya berpikir, apakah mereka diciptakan Allah azza wa jalla hanya untuk dibunuh? Jika iya, hanya sebatas itukah penciptaan manusia?

Saya pernah membaca sebuah novel yang menceritakan tentang seorang teroris yang taubat. Ia menemukan keganjalan dalam setiap aksi yang dilakukan di Indonesia. Awalnya ia adalah perakit bom handal yang ditempatkan di tanah terjanji intifadha Palestina. Ketika dipulangkan ke Indonesia dia malah melanjutkan aksinya. Kali ini bukan sebagai mujahid, tapi sebagai teroris. Singkat cerita, ia telah meledakkan suatu daerah yang memakan banyak korban. Ketika itu semua stasiun TV meliput kejadian menyedihkan itu. Seorang ulama pun angkat bicara. Ia mengatakan, "Untuk para teroris yang menganggap bahwa diri mereka adalah mujahid, kalian dilaknat Allah. Kalian telah membunuh ratusan umat yang tidak tahu apa-apa. Tidakkah kalian berpikir bahwa banyak umat islam yang juga ikut mati di sana? Apakah kalian menganggap itu takdirnya? Kalian pembunuh. Kalian membuat negeri ini tidak aman. sedangkan Rasulullah selalu menerapkan kedamaian disekelilingnya. Bahkan Rasul adalah seorang yang sangat cinta terhadap umat-umatnya. Umat siapakah kalian ini?"

Mendengar perkataaan sang ulama itupun si teroris ini tersentuh dan akhirnya menyerahkan diri. Ia mengakui bahwa perasaanya tidak sama ketika melakukan di Palestina dan di Indonesia. Perasaan resah selalu menghantuinya saat ini.

Sahabatku sekalian, ini adalah bukti bahwa kita telah jauh dari pemahaman Al-qur'an dan sunnah. Maka dari itu, mari kita terus belajar dan belajar. Agar masa depan negeri kita ini dikelilingi oleh mujahid-mujahid yang sebenarnya. Amin ya Robbal 'alamin.

Wallahu'alam bi showab

Kuncinya adalah Silaturahim!

Lagi-lagi saya mau menghubungkan masalah kekurangan pasokan mental pada bangsa kita ini. Yah, melalui sedikit pemikiran akhirnya saya mendapat kunci pokok atas problema yang terjadi. Kuncinya adalah silaturrahim.

Silaturrahim secara bahasa berarti menjalin kasih sayang. Namun Islam memaknainya dengan lebih luas. Selain kepada sesama manusia, juga kepada seluruh makhluk hidup. Nah, kali ini kita ngbahas tentang yang sesama manusia aja ya..

Baru-baru ini saya mengikuti sebuah tabligh akbar yang bertemakan gak jauh-jauh dari thread kita kali ini yaitu tentang silaturrahim. Di sana saya mndapatkan sebuah pemikiran baru yang mampu menjawab kesalahan-kesalahan yang terjadi di dalam sistem yang ada di negeri kita. Ketika belajar manajemen, saya juga menemukan permasalahan yang sama. Saya yakin anda semua pasti sudah paham tentang permasalahannya. Yap, komunikasilah jawabannya.

Lalu apakah islam mengatur tentang komunikasi di dalam Al-Qur'an? Ya sangat jelas Allah mengatakan dalam suroh hujarat ayat 49 yang artinya adalah “Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah saudaramu". Makna dari ayat ini sangatlah jelas bahwa kita diperintahkan untuk terus bersilaturrahim di antara sesama umat manusia. Dengan diberikannya kita label persaudaraan diantara sesama mukmin, jelaslah bahwa kita harus selalu saling menjaga satu sama lain.

Permasalahan mendasar yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi di seluruh negeri ini adalah silaturrahim. Lihatlah betapa sedikit orang-orang yang mau memberikan perhatian bagi orang lain. Hingga akhirnya timbullah sifat tamak dan selalu ingin terdepan. Tanpa adanya rasa persaudaraan yang terlahir dari silaturrahim ini, maka bisa dipastikan bahwa keruntuhan suatu organisasi akan segera datang. Tentu kita semua tidak menginginkan ini terjadi. Maka jagalah silaturrahim kita dengan seluruh saudara kita.

Sederhana, mulailah dari menyebarkan salam. Dengan mendoakan saudara kita berarti kita sudah memberikan sedikit waktu kita untuk memperdulikan saudara kita. Yakinlah bahwa tak ada pemberian yang sia-sia. Ada yang mengatur dan membagi. Dialah yang maha adil. Mari kita senantiasa meletakkan hati atas zat yang mulia, Allah azza wa jalla.