Di bilang nekat sih gak juga. Tapi gak tau ini tergolong nekat apa enggak. Karena kalo kita cari arti kata nekat di Kamus Besar Bahasa Indonesi online, artinya berkeras hati. Sedangkan aku dan teman-teman kabul (aka Rio dan Faisal) sama sekali tidak berkeras hati. Malahan kami senang-senang aja seperti mengikuti arus kehidupan #eaaa.
Awalnya sih dadakan banget. Tiba-tiba Faisal sms,
Assalam. kalo bener2 jantan, kita besok ke Langsa jalan-jalan. Masalah lain2 kita pikirkan belakangan, yang penting BERANI!!
Layaknya seorang orator ulung, Faisal sedikitnya bisa membawa emosi aku dan Rio. "Sial, sok ok banget ni anak." pikirku dalam hati. Gak lama setelah sms itu, kami bertiga ngumpul untuk rapat. Dan setelah berpikir keras sana-sini, mempertimbangkan semuanya dari mulai transportasi, duit, penginapan, dan lain-lain, kami ok berangkat lusa, tepatnya hari Kamis tepat pada saat bulan puasa tanggal 18 Agustus 2011.
Puasa itu gak masalah, gak jadi penghalang kami untuk berkelana kemana-mana. Toh juga udah sering puasa kok, maklum derita anak kos. Setelah bersusah payah minta izin ke orangtua, akhirnya aku dan kabul berangkat dengan menggunakan taksi medan menuju langsa. biayanya satu orang 50 ribu rupiah, dijemput ke rumah dan langsung sampai tujuan. Tapi sayangnya, taksi ini lamanya bukan main. Janji jam 9, datangnya jam 11. Belum lagi menjemput penumpang yang lain, dan akhirnya kami berangkat jam 13.30 dari medan. Buset gak tu? Yang seharusnya udah ada di Langsa dengan estimasi waktu 4 jam dari Medan, ini masih aja nongkrong di pom bensin karena ada kakak China dengan logat Aceh kental mau narik duit di ATM.
Yah, tapi itu kami anggap sebagai bumbu perjalanan kami menuju Langsa. Di perjalanan, gak ada kerjaan, kami bermain teka-teki gak jelas hingga akhirnya sang supir pun ikutan. Dan hebatnya, ada teka-teki yang gak bisa terjawab oleh kami yang diberikan oleh sang supir. "Tai apa yang bisa berubah warna??" Asal nyeplos aku bilang,"Tai lincong kena fanta." Huahahaha.., semua ketawa kecuali kakak China tadi. Padahal, kami bertiga udah sepakat, siapa yang bisa buat ketawa kakak itu, dibayarin ongkos ke Langsa.
Alhamdulillah, sekitar jam 16.30 kita sampe di Langsa tepatnya di Paya Bujok Tunong, tempatnya Wak Faisal bertengger. Jadilah kami meletakkan tas, dan sholat ashar sejenak di sana. Gak mau menyia-nyiakan kesempatan Sunset di Langsa, kami segera menuju dermaga Kuala yang kata Faisal bagus. Pinjem dua motor, akhirnya kami berhasil berkelana di Kota Langsa menuju Dermaga Kuala. Sekilas info, dermaga kuala ini adalah tempat rekreasi yang objek utamanya ada lautan. Tapi kita melihat dari atas jembatan. Ini fotonya..